Posts

Showing posts from August, 2014

Supermoon

#1st : Daffodil #2nd : Asteroid "Kau akan mempermasalahkannya?"

"Apa maksudmu?" Aku menyeka rambut yang terurai di wajahku karena tertiup angin. "Mempermasalahkan apa?"

"Malam ini sedang ada Supermoon. Lihatlah di langit sana. Bulan terlihat lebih besar dan berwarna lebih merah dari biasanya. Orang-orang pasti sedang membicarakan fenomena ini. Mereka pasti sedang memuja bulan, menyebutnya cantik, mengaguminya."

"Memang cantik. Bulan malam ini memang cantik."

"Kupikir kau akan mempermasalahkan orang-orang yang mengagumi Supermoon, seperti saat kau mempermasalahkan Asteroid."

Aku berpangku pada tangan kananku. Memandang bulan dengan lebih seksama melalui jendela dapurku. "Bulan selalu terlihat cantik setiap hari. Hanya saja hari ini terlihat lebih besar. Aku tidak akan mempermasalahkannya karena aku mengaguminya."

"Ah, jadi kau hanya mempermasalahkan hal yang tidak kau kagumi."

Aku menggelengkan kepalaku. &q…

Penekanan

Pernah nonton film 5 CM besutan Rizal Mantovani yang diadaptasi dari buku karya Donny Dhirgantoro? Saya sudah baca bukunya, sudah nonton filmnya berkali-kali, dan belum bosan dengan jalan ceritanya. Salah satu hal yang paling menarik perhatian saya di dalam jalan cerita 5 CM adalah saat Ian pingsan (dan dikira meninggal) saat tertimpa reruntuhan batu di puncak Mahameru. Normal memang, klise iya, tidak janggal dalam sebuah jalan cerita terdapat sebuah kecelakaan seperti ini. Tapi fokus saya bukan pada saat Ian pingsan tersebut, melainkan pada apa yang Ian lakukan sebelum pingsan. Secara tidak sadar, penulis cerita memberikan penekanan bahwa Ian akan mendapatkan happy-ending.
Pertama, dia berhasil menyelesaikan skripsinya dan dipanggil sidang. Kedua, setelah lulus, dia akan melanjutkan sekolah di Inggris sesuai keinginannya. Ketiga, dia mendapat dukungan hebat dari sahabat-sahabatnya yang selalu menerima fisik, kekurangan, dan sifat-sifat buruknya. Sadar atau tidak, penekan…

Asteroid

#1st : Daffodil

"Aku tidak mengerti kenapa beberapa orang senang sekali dengan asteroid. Mereka bahkan tidak ingin melewatkan melihat asteroid melewati bumi. Padahal munculnya beberapa tahun sekali, bahkan puluhan hingga ratusan tahun sekali. Mereka mempelajari, meneliti, dan menunggu asteroid muncul dalam kurun waktu yang tidak sebentar." Kataku menatap langit malam melalui jendela dapurku.
"Kau mulai lagi. Mempermasalahkan sesuatu yang tidak perlu dipermasalahkan."
"Ini masalah bagiku. Maksudku, aku hanya ingin mengerti kenapa beberapa orang senang dengan asteroid dan menganggapnya mengagumkan. Kurasa mereka tidak pernah membayangkan apabila asteroid menabrak bumi. Cahayanya memang indah dari jauh seperti cahaya di ujung lorong gelap. Lalu cahaya itu semakin mendekat, mendekat, mendekat, menabrak dan menghancurkan bumi. Memporak-porandakannya. Mengubahnya menjadi debu dan serpihan. Bukankah itu menakutkan? Kenapa mengagumi dan menunggu sesuatu yan…

Lebih lebih

Pernah kau merasa tidak cukup atas sesuatu? Entah sesuatu yang kau dapatkan, berikan, atau ciptakan. Seperti rasanya benar-benar kurang hingga dirimu kering kerontang. Pernah kau merasa punya banyak hal yang ingin kau katakan, tapi karena saking banyaknya hingga tak satu katapun terucap? Seperti rasanya kau tergagap sementara hatimu meledak-ledak. Kata demi kata yang kau simpan ingin kau ucapkan, kau tanyakan, kau teriakkan. Kau mencoba menyusun kata-kata yang tepat di dalam kepalamu. Menyusun kalimat, tapi merasa penggunaan bahasanya tidak tepat, lalu menghapusnya dan menyusun kalimat baru. Begitu terus. Hingga akhirnya kau tidak dapat menemukan kata-kata yang tepat lagi untuk kalimat-kalimatmu. Kau pun menyerah dan memilih diam. Berhenti berusaha mengungkapkan apa yang kau ingin kau ungkapkan. Pernah kau merasa sesuatu di dalam dirimu rasanya melonjak-lonjak senang? Sesuatu yang merekah setiap kali mendengar lagu atau melihat gambar tertentu yang mengingatkanmu pada sa…