Manusia Melankolis

Ah apalah seseorang yang bukan petarung handal kompetisi pidato -- atau kompetisi-kompetisi macam lainnya,
atau nahkoda lembaga berselimut kenalan dan kesempatan,
atau pejuang berhujan tanggung jawab pekerjaan,
atau pemikir kritis di lingkup pergaulan,
yang ditaruh di barisan pertama untuk mengurus ini itu dengan konsekuensi mengorbankan waktu liburan.

Ah apalah seseorang yang menulis hanya ketika teringat bahwa ternyata kesukaannya adalah menulis,
atau yang berbicara lancar hanya ketika presentasi demi nilai yang lumayan,
atau yang membaca hanya ketika versi film dari buku tersebut sudah dirilis,
atau yang lebih senang menghabiskan waktunya di kamar,
untuk melakukan hal-hal yang menurutnya menyenangkan,
atau yang lebih sering kabur dari lingkup pergaulan,
untuk menghindari bersinggungan dengan yang berbau membuka diri,
atau yang seringkali mangkir dari seminar karena bingung sendiri mengatur (((jalan))).

Ah apalah seorang manusia melankolis yang lebih sering galau,
yang sedang menata hati,
-- hati yang sehabis dipatahkan oleh si kapiten,
manusia melankolis yang senang mendengarkan lagu-lagu mendayu Radiohead dan Oasis,
yang suka meracau ketika belum meminum segelas kopi di pagi hari,
yang tergila-gila dengan quality time dengan diri sendiri.

Ah apalah apalah.
Mungkin manusia melankolis ini sedang butuh liburan.