1214

Aku tidak benar-benar yakin kepada siapa aku menuliskan ini, karena begitu banyak bintang yang aku tunjuk untuk digenggam. Tapi sudahlah, kutujukan saja untuk semuanya toh siapa tahu yang paling terang membaca.
 
Hey, yang paling terang diantara begitu banyak gugusan. Aku tidak yakin kau mengerti apa yang sebenarnya kumaksudkan, tapi tak mengapa. Suatu saat kau akan balik menunjukku untuk kau genggam. Suatu hari kau juga akan merasakan perasaan ini, jadi anggap saja kau sedang membaca refleksi perasaanmu di masa depan.
 
Ketika nanti kau menunjukku, aku hanyalah benda angkasa biasa yang terombang-ambing di sebuah galaksi sarat cahaya. Namun dimatamu aku adalah satu-satunya matahari yang mahadaya. Kau silau oleh cahaya yang kupancarkan, dan kemudian memilihku untuk menerangi gelapmu. Kupastikan itu, kau akan tertarik gravitasiku. Walaupun matahari tak benar-benar punya gravitasi, itulah semu yang kau ciptakan di kepalamu tentangku. Kemudian kau akan membangun persinggahan bermaterial harapan dan mimpi untuk pohon kehidupan yang akan kita ciptakan bersama. Indah, bukan?