Posts

Showing posts from May, 2016

Dari Euphorbia, Untuk Embun

Sebelumnya, aku ingin meminta ijin terlebih dahulu, Embun, untuk menyembunyikan namamu di balik saku. Aku tahu kau tidak akan sadar ini semua tentangmu. Aku yakin, sangat yakin, kau belum pernah bertemu seseorang serumit aku. Kurasa kau bahkan takkan sadar bahwa ada yang berbeda. Bagimu semuanya terlalu sama. Walaupun kita sudah saling tahu sejak lama, aku ingin mengucapkan, “Salam kenal”. Kau telah berhasil menembus pertahanan yang kubangun. Yang kau temui sekarang adalah sepenuhnya aku, Euphorbia. Bukan tembok yang kugambar menyerupai wajah yang selalu menyimpan rahasia. Harus kusebut apa kau sekarang? Sahabat? Oh, tunggu sebentar. Bahkan sahabat yang telah mengenalku selama lima belas tahun belum pernah mencapai garis jalan yang kau injak sekarang. Kalau begitu, mungkin kau adalah sahabat baik. Lagi, tunggu sebentar. Kalau kita sahabat baik, kenapa selalu ada rasa menggelitik yang membuatku geli, merongrong lidah untuk memintamu tinggal lebih lama, berdegup seperti jinjitan anak manu…

Euphorbia

1st : Daffodil // 2nd : Asteroid // 3rd : Supermoon // 4th : Infinitation “ // 5th : Neocortex “Es krim coklat dengan sprinkles untukmu dan es krim tiga rasa untukku,” ujar Adam sembari menyodorkan secontong es krim. Ia lalu duduk di sebelahku dengan bibir yang tersenyum lebar. “Sudah gila ya? Tersenyum sendiri begitu.” Adam menyerongkan posisinya duduk agar bisa berhadapan denganku. Tangannya merentang seperti sedang ingin memeluk sesuatu -- pastinya bukan aku, tentu angin dan angan yang ia dambakan, “Rasakanlah, Anne. It’s a very good day. A good place to visit, too. Kapan lagi bisa ke kebun bunga setelah membunuh diriku yang lama.” Aku menoyor kepalanya, “Dengarlah. Ini yang kumaksud saat melarangmu bertransformasi. Sebelumnya saja kau sudah seperti orang gila, apalagi sekarang. Super gila.” “Pernah dengar kalau kegilaan itu tanda kecerdasan?” “Kemarin aku bertemu orang gila. Dia telanjang, berjalan dengan santai di jalan raya, sambil tersenyum tidak karuan. Cerdas tentu saja.” “Lucu seka…