Senja, jangan

Aku takut senja datang terlalu cepat.
 
Akhirnya setelah begitu lama, kita bertemu dan berbicara. Di bawah pohon rindang. Di atas rerumputan hijau. Duduk bersebelahan memandang taman yang terhampar. Berbincang tentang masa lalu, masa kini, dan masa depan.
 
Sebelum hari ini, aku biasanya tenggelam dalam angan. Tentang kita yang sepertinya hanya kesiaan. Tentang aku yang senang berkhayal. Tentang kamu yang ada di seberang.
 
Aku mengenali kehangatan itu. Mendeteksinya dari ribuan kilo. Yang hangatnya merasuk jantung hingga menyebar ke pembuluh nadi. Yang tawanya meramahkan seluruh sendi.
 
Senja, jangan datang untuk hari ini.
 
Karena setelah kau menampakkan diri, dia akan segera berkemas. Butuh waktu seabad untuk membuatnya kembali. Hanya untuk kebersamaan sehari di sebuah titik tengah -- dimana duniaku dan dunianya disatukan oleh kerapatan bulan terhadap matahari. Disaat siang hari berwarna gelap bak tengah malam.
 
Aku hanya ingin berbincang lebih lama. Agar aku tak lagi merasa sendiri.
 
Agar aku bisa terus merasakan kehangatan yang seperti ini.