Posts

Showing posts from July, 2016

Aku Sudah Kebal

Image
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Masih ada banyak waktu sebelum jam tidurku akhirnya berdenting. Kantukku belum datang. Di tengah keramaian kepalaku, aku sengaja membuka brankas perasaan yang kuncinya sempat kubuang jauh sampai ke Andromeda. Malam ini aku ingin mengenang rasa itu. Getaran yang merontokkan lutut hingga rasanya ingin terbuai di pangkuan seseorang. Getir yang menusuk, menyedot segala harap hingga tak ada yang tersisa selain ampas asa. Sebut saja dia dengan inisial E. E adalah rotasi yang sebelumnya sempat kuhinggapi (aku akhirnya memilih terbang dan tidak hinggap pada apa-apa). Dulu, E adalah penerang bagiku. Aku pun penerang baginya. Kebersamaan kami begitu indah, seperti bumi ribuan tahun lalu; hijau, rindang, asri, belum terjamah. Itu sebelum segalanya berakhir pada kiamatnya cerita. Pengkhianatan, ketidakpeduliaan, dan jarak. Kami saling memadamkan lilin. Memutuskan berjabat tangan untuk terakhir kali, lalu berpaling dan mengambil jalan masing-masing. Anda…

Widy: Kenapa Aku Adalah Aku?

Image
Pemikiran sebelumnya: Widy: Pendalaman Sore. Sunyi menggantung di langit malam, senyapnya terdistraksi oleh suara seret kakiku yang pelan namun nyaring. Dengan tapak kaki tanpa jejak namun terarah. Hari ini aku kembali bergulat dengan pemikiran dan pertanyaan yang harus kucari sendiri jawabannya. Biasanya aku berbincang dengan diriku pada sore hari. Kebetulan hingga petang harus bekerja lembur. Aku memutuskan untuk berjalan-jalan menyusuri trotoar komplek yang jauhnya delapan blok sampai ujungnya menyapa jalan raya. Kebetulan juga, hari ini Fany (si hati) dan Inthon (si pikiran) sedang tidak ingin berdebat dan sepakat menyerahkan semua argumentasi pada induk inangnya, aku. Belakangan, aku menyadari sesuatu yang baru tentang diriku sendiri. Sebagian dari diriku yang berkata ‘ya’ dengan tandingan elakan bernada ‘tidak’ (atau sebaliknya), sementara sesuatu yang lain menggoda dengan berseru ‘hayo, ya atau tidak?’. Rasanya ada tiga suara menggaung saat akan/sedang/telah diambilnya setiap tinda…

Antara Nol dan Tidak Terbatas

Setidaknya, sedikit banyak berbagi inti dengan elaborasi dalam Widy: Pendalaman Sore. Berapa sebenarnya jumlah galaksi di tata surya? Sejauh ini para peneliti mengatakan bahwa jumlahnya ratusan hingga ribuan. Tentu tidak dibuktikan dengan penemuan nyata seperti saat Isaac Newton menemukan gaya gravitasi dan lalu mengelaborasi teori tentangnya. Penemuan galaksi tata surya hanya dengan sepandangan mata, melalui teropong berteknologi tinggi, lalu diolah dengan rumus sains. Kita tidak dapat melakukan perjalanan mencapai planet terluar, apalagi galaksi lain selainMilky-Way. Intinya, sejauh ini galaksi berjumlah banyak. Tidak terhitung. Nah, disinilah muncul sebuah pertanyaan, apabila sebegitu banyaknya, kenapa tidak dibuat sederhana dengan memberinya nilai Nol? Toh sama-sama tidak dapat dihitung dengan jari. Seperti saat penemu Bahasa Inggris, entah siapa itu, yang memutuskan bahwa gula adalah jamak dan sebuah institusi yang menaungi ratusan kepala adalah tunggal. Keduanya tidak masuk akal k…

Kata Berhuruf Tiga Berawal 'A'

Aku bukan bilangan sederhana. Sama sekali bukan. Yang satu ditambah satu sama dengan dua. Yang ketika ditanya, langsung mengaggukkan atau menggelengkan kepala. Aku adalah ribuan angka yang terakumulasi dari sebuah hitungan. Butuh waktu untuk menerjemahkan angka-angka ini. Tidak dapat dilakukan hanya dengan sekali pertemuan, namun puluhan. Aku tidak senang sembarang berjuang menyerderhanakan. Karena usahaku tidak semurah itu. Yang bisa diberikan begitu saja pada semua orang.  Aku lautan berdasar samar. Yang memiliki banyak lapisan. Siapa saja yang tidak dapat mencapai dasar yang lebih dalam, pasti kecewa dan memutuskan pergi. Mereka berpikir seharusnya ada mutiara di dasar samar tadi. Kasihan, padahal tak tahu saja. Aku benci segala sesuatu yang asal-asalan. Asal terlihat baik. Asal terlihat kaya. Asal terlihat kerja. Asal terlihat punya cinta. Aku benci kepura-kepuraan. Aku lebih benci mereka yang senang mengutuk dan mencaci. Berkata kasar, semena-mena seakan derajatnya pali…

Embun

Surat Pertama: Dari Euphorbia, Untuk Embun. Kebajikan macam apa yang telah kamu perbuat sebelumnya, Embun, sehingga diberkahi kemampuan membaikkan orang lain? Walau kamu tidak sadar. Sebesar apa doa yang telah selalu menyertaimu -- yang kau tularkan pada orang-orang di sekitar, hingga membuat mereka ingin sebaik kau? Embun, kamu pasti akan terkejut mengetahui begitu banyak bintang bersinar di atas kepalamu. Mereka menerangi setiap langkah. Langkahmu adalah pilihan, adalah mimpimu. Raihlah. Para bintang tersenyum untuk setiap tapak kaki yang kamu pijak. Kamu hanya perlu mendongak. Embun, andai kamu sadar, betapa berartinya kamu bagi beberapa orang. Tawamu, mata bulan sabitmu, semangatmu, dan gelora ambisimu. Banyak hal yang melekat padamu menjadi inspirasi bagi beberapa nyawa, termasuk aku. Andai kamu tahu. Andai kamu sedikit saja ingin tahu. Embun, kamu harus tahu. Embun, aku selalu berusaha meringsek masuk ke dalam atmosfirmu yang selalu dianugerahi keceriaan. Agar aku bisa ikut merasaka…