Posts

Showing posts from December, 2016

Secangkir Teh Genmaicha

Image
Kulihat dia menatap keluar jendela, lamat-lamat menerawang langit malam. Wajahnya memancarkan air muka yang telah kuhafal empat tahun belakangan. Raut yang hanya menggurat setiap dia mengira aku tidak sedang melihat. Dibalik tatapan dan bibir yang mengatup itu, terdapat dunia yang hanya dimengerti olehnya. Dunia yang tidak dapat aku jangkau. Tidak jarang kudapati kedua matanya sayu, digelayuti bongkahan es seakan tak sabar ingin meleleh.

Dia tidak tahu bahwa aku tahu.

“Ini teh genmaicha kesukaanmu. Yang ini asli dari Ciwidey, oleh-oleh minggu kemarin,” aku menyodorkan secangkir teh, “Minum biar lebih sehat.”
Ia menoleh. Air mukanya berubah, rautnya kembali hangat. Sebuah senyum dilemparkannya padaku, senyum yang teramat menentramkan, “Thanks. Udah sehat kok. Nggak lihat bugar begini?”

“Makanya jangan semua pekerjaan ditangani sendiri. Kamu itu manusia, bukan robot. Memangnya keren pingsan di bandara gitu?” aku sekarang berdiri di sampingnya. Kami berdua di antara empat si…