Posts

Showing posts from December, 2016

Meja Mahoni

Image
“Kastil yang arsitekturnya indah ala Eropa, tapi interior di dalamnya mentok meja mahoni. Itu perumpaan yang menggambarkan Ani. Memasuki kastil itu dengan menyernyitkan dahi. Itu bagaimana perasaanku terhadap hubungan kami,” Tegas Fitra dengan puitis, sembari tangan kanannya menggapai sesuatu di udara, entah apa. 
Aku hanya mengangguk sekejap. Penampilan band indie yang sedang berlangsung di kafe agaknya lebih menarik daripada kisah roman picisan. Kusesap rokok di tangan untuk terakhir kali, lalu melemparnya ke asbak di atas meja. Sebotol bir telah menemukan jalannya di sistem pencernaan. Sudah waktunya memesan botol kedua. “Mas, satu lagi ya,” Lambaiku pada salah satu pelayan. “Nih ya, kalo WA dia engga aku bales dalam lima belas menit, dia langsung telepon dan konfirmasi keadaan! Bak agen intelejen meminta kepastian misi kehidupan! Bisa gila!” Akhirnya Fitra mendapat perhatianku, “Ya kenapa mulai?” “Mulai apanya?” “Pacaran sama Ani, lah! Menyesali keputusan sendiri dan maki-maki. Itu nama…

Secangkir Teh Genmaicha

Image
Kulihat dia menatap keluar jendela, lamat-lamat menerawang langit malam. Wajahnya memancarkan air muka yang telah kuhafal empat tahun belakangan. Raut yang hanya menggurat setiap dia mengira aku tidak sedang melihat. Dibalik tatapan dan bibir yang mengatup itu, terdapat dunia yang hanya dimengerti olehnya. Dunia yang tidak dapat aku jangkau. Tidak jarang kudapati kedua matanya sayu, digelayuti bongkahan es seakan tak sabar ingin meleleh.

Dia tidak tahu bahwa aku tahu.

“Ini teh genmaicha kesukaanmu. Yang ini asli dari Ciwidey, oleh-oleh minggu kemarin,” aku menyodorkan secangkir teh, “Minum biar lebih sehat.”
Ia menoleh. Air mukanya berubah, rautnya kembali hangat. Sebuah senyum dilemparkannya padaku, senyum yang teramat menentramkan, “Thanks. Udah sehat kok. Nggak lihat bugar begini?”

“Makanya jangan semua pekerjaan ditangani sendiri. Kamu itu manusia, bukan robot. Memangnya keren pingsan di bandara gitu?” aku sekarang berdiri di sampingnya. Kami berdua di antara empat si…