Posts

Showing posts from August, 2017

2015

Image
Hampir pukul enam sore di sebuah kafe pinggir kota. Aku duduk sendirian menikmati secangkir coklat panas. Merayakan kemerdekaan atas segala yang menjeratku sedemikan lama. Aku sedang terpaku pada langit malam saat kudengar lagu Bee Gees diputar. And you come to me on a summer breeze  Keep me warm in your love then you softly leave  And it's me you need to show  How deep is your love  Dalam sekejap pikiranku terseret dalam piringan hitam. Terputar dua tahun mundur. Malam itu, dalam bus yang menuju pulau Dewata. Lagu ini terus kumainkan. Kuingat benar bagaimana rasanya. Lagu indah sebagai pengantar sementara pikiran terbuncah kebagiaan. Akhirnya aku memilikinya, pikirku. Hidupku akan bahagia selamanya. Saat itu kupandang langit malam dibalik kaca -- sama seperti yang kulakukan sekarang.  Lalu pikiranku kembali lagi di masa sekarang. Kini tak ada yang tertinggal. Semua rasa membuncah itu tak lagi tersisa. Hanya sia yang pilu. Angan tak lazim yang terhempas debur ombak takdir. Aku tidak pedu…

Opto, Ergo Sum

Image
Seorang penulis pernah berkata, “Opto, Ergo Sum. Aku memilih maka aku ada.” Aku tak genap setitik ketika dibandingkan dengan luas semesta. Hanya secuil kehidupan diatas katulistiwa. Helai benang yang disulam menjadi tubuh ringkih, selalu bergidik ketika mendengar kata marabahaya. Tak ada hebatnya. Apabila bisa memilih, aku ingin terlahir dengan segala kelebihan. Lebih penampilan, lebih kepintaran, lebih kekuatan. Namun, nyatanya.. aku terlahir sedemikian rupa tanpa diberi kesempatan untuk menentukan pilihan. Dan aku tetap ada. Ketika ada ungkapan ‘Opto, Ergo Sum’, kemungkinan besar persoalan memilih ini ada di dunia lahir. Yaitu ketika kita sudah diberkahi kehidupan. Artinya eksistensi manusia dapat dikukuhkan apabila individu tersebut mampu mengambil opsi untuk mempertahankan hidupnya. Menentukan jalan mana agar bisa hidup dengan segala kelebihan serta kekurangan. Kemudian, muncul pertanyaan mengenai kesempatan memilih sebelum lahir. Agar ada, aku tidak pernah memilih. Lalu bagaimana bil…

Fiction

Image
Someone asked me, “Have you ever written, spoken, or created anything real?’ Then I answered, “Not really because I have never been so smart. Only been hanging on a certain sarcastic ability that is mixed with madness and irony.” He replied, “What do you make, then?” I shortly responded, “You know, fiction.” He was quiet for a while then said, “Confession, I actually have read some of yours, and mostly I don’t understand.” I smiled, “I consider that as a compliment.” He raised an eyebrow, “Why? I literally said you’re insane.” (Annisa -- June 25, 2016)

Pulang Sekolah

Image
Bel pulang sekolah berbunyi lebih dari dua jam yang lalu. Namun gadis itu masih berdiri termangu di depan kelas. Menatap entah apa, memikirkan entah apa, sesuatu yang tidak terbaca. Dan disini aku masih memandangnya dari kejauhan.
Kini dia berjalan menuruni tangga. Lalu berhenti di depan mading yang telah dibacanya puluhan kali. Karya sastra bulan ini oleh anonim ‘AA’. Tips dan trik tentang bagaimana merawat piringan CD. 
Ramalan horoskop untuknya cukup bagus terutama soal kesehatan. Artikel-artikel tersebut dia baca hampir setiap hari. Hingga hafal penerbit buku yang dijadikan referensi di kolom Fakta Belaka. Dia masih berdiri di depan mading. Satu-satunya hiburan selagi menunggu. Sementara seluruh temannya mungkin sedang tidur siang.
Kupandangi wajahnya. Rautnya bergetar hambar. Umurnya tak lebih dari 13 tahun, namun pandangan itu menunjukkan sesuatu yang lain. Rasa berat hati dan kepasrahan. Semua dalam keluguan. Di balik rambut lusuh dan kulit berminyak setelah menghabiskan waktu di d…