2015

Hampir pukul enam sore di sebuah kafe pinggir kota. Aku duduk sendirian menikmati secangkir coklat panas. Merayakan kemerdekaan atas segala yang menjeratku sedemikan lama. Aku sedang terpaku pada langit malam saat kudengar lagu Bee Gees diputar.
 
And you come to me on a summer breeze 
Keep me warm in your love then you softly leave 
And it's me you need to show 
How deep is your love 
 
Dalam sekejap pikiranku terseret dalam piringan hitam. Terputar dua tahun mundur. Malam itu, dalam bus yang menuju pulau Dewata. Lagu ini terus kumainkan. Kuingat benar bagaimana rasanya. Lagu indah sebagai pengantar sementara pikiran terbuncah kebagiaan. Akhirnya aku memilikinya, pikirku. Hidupku akan bahagia selamanya. Saat itu kupandang langit malam dibalik kaca -- sama seperti yang kulakukan sekarang. 
 
Lalu pikiranku kembali lagi di masa sekarang. Kini tak ada yang tertinggal. Semua rasa membuncah itu tak lagi tersisa. Hanya sia yang pilu. Angan tak lazim yang terhempas debur ombak takdir.
 
Aku tidak peduli lagi. Telah kutemukan bahagiaku sendiri. 
 
Dan apabila kau berpikir ini tentang cinta pada pria, kau sama sekali tidak mengenalku. Ini dua tahun lalu. 2015.