Posts

Showing posts from November, 2017

Hanya Sebuah Obrolan

Image
(Sudut pandang Landon)

“Aku ingin berbincang denganmu sore ini. Bercerita tentang hal-hal kecil saja,” ucap Madlyn. Tangannya menggenggam erat tenganku. Sorot matanya meneriakkan sesuatu yang tidak dapat aku artikan, “kumohon duduklah bersamaku di kafe pertama kali kita bertemu. Sungguh ini untuk terakhir kali.”

Aku menatapnya tanpa berkata apapun. Mematung, merasakan kehangatan tangannya pada telapak tanganku yang dingin. 

Pilihanku hanya dua: berkata jujur atau diam. Jujur bahwa tidak ada rasa tertinggal. Bahkan sekadar menghabiskan waktu bersama pun aku enggan. Madlyn adalah seorang wanita luar biasa. Hanya saja, aku tidak bisa.

Aku memilih pilihan kedua. Diam lalu melangkah pergi. Berjalan menjauh setelah perlahan melepas genggamannya. Meninggalkannya di tengah kerumunan para pejalan kaki. Membiarkannya tak punya pilihan selain berdiri sendiri.

Aku sadar sedang menghancurkan hatinya. Padahal yang dia inginkan hanya sebuah obrolan.

Aku tahu dia mencintaiku. Kupikir dulu juga merasakan ha…

Kita di Sebuah Senja

Image
Merdu debur ombak mengalun di telingaku. Sosokmu hadir di depan mataku.. nyata tanpa reka. Kau bercerita tentang gunung dan laut, tentang langit dan bumi.. jelas tanpa retorika. Aku tak jenuh mendengarkan sembari bermain dengan pasir pantai. Senja ini, kita mengungkapkan semua.

Bertahun-tahun yakin tali itu tidak akan bersatu. Aku ingat pertemuan terakhir kita. Kau mengantarku pulang, berdiri di depan pintu, mengirimkan sinyal tak ada harapan, lalu aku menutup pintu, berjanji tidak akan jatuh pada pusaran itu lagi.

Namun, lihat lah sekarang. Kau satu-satunya yang menembus proteksi diriku. Apabila diibaratkan bumi, kau hampir mencapai inti. Apabila diibaratkan angkasa, kau telah dekat dengan perbatasan galaksi. Dengan kata lain, kau mahadaya.

Kemampuanmu memahami kisah hidupku sungguh mengagumkan. Kau terjun dari tebing tinggi, meluncur menuju palung jiwaku yang terdalam. Aku telah menunjukkan semuanya. Ketakutanku, kekhawatiranku, kelemahanku, dan segala sisi burukku. Kau hanya tersenyum…