Jema // Permulaan Baru

© Lisa Larson-Walker

Namanya Jema. Malam ini adalah saat terpenting dalam hidupnya. Tidak lama lagi, dia akan menanggalkan identitas yang lama dan membuangnya jauh hingga ke luar angkasa. Semua yang sia dan tak berguna akan dilepaskan.. termasuk ingatan serta kenangan. Dia yakin, esok adalah sebuah hari baru. 

Dia membungkus identitas lamanya di dalam sebuah kotak dengan rapih, dengan sebuah pita berwarna merah muda dipasangkan diatas kotak itu. Di dalamnya, terdapat pecahan-pecahan kenangan yang sudah tidak berbentuk. Banyak diantara mereka yang terkoyak karena sering diremas. Beberapa utuh karena sang pemilik terlalu enggan menjamah. Selain kenangan, terdapat pula harapan dan mimpi yang telah pupus. Mereka terlihat begitu indah namun tak bercahaya. Sang matahari telah pergi meninggalkan yang terlalu rendah untuk dikabulkan. Dibalik kegelapan yang cahayanya direnggut itu, juga berdiri sang waktu dengan penuh kesiaan. Karena terlalu malu untuk menampakkan diri, dia menenggelamkan dirinya dalam pelukan kesempatan yang ternyata hanya angan.

Jema memandangi isi kotak itu berkali-kali hingga jengah. Tidak ada yang lebih memuakkan dari memandangi deretan kesalahan. Dia itu tahu betul keajaiban tidak akan datang padanya, karena dia manusia berbeda, sedangkan keajaiban tidak datang pada mereka yang berbeda. Ketika semua orang ingin menjadi puteri, dia justru ingin menjadi kesatria. Karena siapa yang akan menjadi kesatria baginya, kalau bukan dirinya sendiri? Dengan membuang dirinya yang lama, dia yakin akan permulaan baru. Nantinya di permulaan itu, dia hanya akan bersembunyi dibalik selimut, atau di balik kisi-kisi jendela. Dengan tidak melakukan apa-apa, dia berharap tidak akan terjadi apa-apa.

Dia menutup kotak di hadapannya itu, kemudian membenarkan letak pita merah muda dan melekatkannya sekuat mungkin. Waktunya telah tiba. Dia menitipkan kotak itu pada angin yang berhembus. Agar disampaikan kepada lapisan bumi terluar, untuk dapat dilemparkan sejauh mungkin melampaui Andromeda.

Tidak lama lagi, dia akan terlahir baru. Namanya bukan lagi Jema, melainkan Euphorbia.